TIPS BELAJAR IELTS

Banyak orang yang bahasa inggrisnya pas-pasan kayak saya mundur duluan sebelum mencoba tes bahasa inggris yang harganya 2juta-an ini. Jangankan IELTS yang 2 juta, buat ikut TOEFL ITP yang 300rb-an aja saya butuh mikir berminggu-minggu atau sampai berbulan-bulan. Yup memang ga sebaiknya kita coba-coba ikut tes ini tanpa ada persiapan yang matang. Karena 2 juta lumayan bo, beli cimol dapet 10 gerobak bisa kali.

Ada banyak website dan blog yang dapat kita gunakan untuk belajar IELTS. Mulai dari yang membahas secara general sampai membahas tiap tipe soal. Disini saya akan coba rangkum tips-tips dan sumber yang bermanfaat untuk belajar. Sebelumnya pasti kita penasaran, lebih baik mana kita belajar sendiri atau ikut kursus?. Jawabannya sebenarnya bergantung pada tipe seperti apakah kita dalam belajar. Ada orang yang bisa belajar secara otodidak, ada juga yang tidak. Namun, pada zaman yang serba terhubung ini, kita sering dihadapkan oleh berbagai kegiatan yang harus segera kita kerjakan (e.g diajak kongkow, atau chatting sampe pagi), sehingga untuk belajar otodidak secara fokus cukup sulit dilakukan. Selain itu ada beberapa kelebihan jika kita ikut kursus, 1) Ada yang mengajarkan dan membimbing kita bagaimana cara belajar yang benar 2) Mau tidak mau kita harus belajar pada jadwal yang telah ditentukan, jika belajar sendiri kadang kita tidak disiplin karena banyak agenda lain yang harus diselesaikan 3) Kita mendapatkan modul yang dapat membantu untuk lulus tes. dan banyak kelebihan lain.

Lalu apa yg harus dipertimbangkan sebelum kursus IELTS?

Personally, saya menilai jika kita ingin ikut kursus persiapan IELTS, maka setidaknya kita harus memiliki basic general English, misalnya basic grammar. Kenapa?. Karena soal-soal dalam tes IELTS; listening, reading, writing, speaking, membutuhkan kemampuan general English yang cukup memadai. Basic grammar sangat dibutuhkan dalan writing dan speaking yang mana sering kali dalam dua tes ini peserta tidak mencapai nilai minimum requirement untuk masuk universitas (biasanya 6.0 atau 6.5) karena grammar yang berantakan. Lalu bagaimana kemampuan general English ini diukur?. Hmm ini cara kasar, tapi saya rasa bisa juga dilihat dari nilai tes TOEFL yang kita dapat. Kalau tes prediction TOEFL atau ITP sudah diatas 450 maka menurut saya (based on personal observation) sudah boleh ambil persiapan tes IELTS. Jika belum, lebih baik les general English dulu. Karena biasanya pada IELTS preparation tidak diajarkan hal-hal yang sangat dasar secara mendalam karena dianggap sudah bisa. Kadang ada juga institusi yang mengajarkan tapi biasanya cuma sekilas aja.

Sebaiknya jarak antara les dan tes nya berapa lama?.

Well banyak yang berpendapat sebaiknya jarak kursus dan tes tidak terlalu jauh supaya otak IELTS kita masih hot ketika dipakai test. Kalau mau jauh2 hari juga boleh asal beberapa minggu sebelum tes diangetin lagi supaya minimal hangat-hangat tai ayam lah.

Mendingan ikut les yang privat atau non-privat?

Kalau ada uang cukup buat privat dan ada guru yang bagus, privat lebih ok. Karena belajarnya akan lebih fokus dan intens. Kita bebas tanya-tanya tanpa malu-malu kucing sama temen sekelas yang mau kita gebet.

Sebaiknya kita ikut kursus yang berapa jam sehari?

Ini sangat tergantung sama jadwal kita. Kalau sibuk ambil saja yang sehari 1-3 jam. Kalau memang sudah tidak ada kesibukan, ambil yang 6 jam atau lebih. Seperti kata survey (lupa dari siapa), manusia akan mahir dalam suatu bidang seiring dengan banyaknya latihan yang dilakukan. So, 6 jam is actually better to make you exercise more.

Selain kursus, apa yang harus kita lakukan supaya nilai IELTS minimal 6.5

Pertama, ngerjain PR tentunya. Jangan lupa kerjain PR dari tempat les dalam waktu yang sudah ditentukan. Dan kritislah ketika PR itu dibahas. Kenapa kita bisa benar/salah. Ingat, jangan sampai kita hanya ingin dapat nilai tinggi pada saat latihan dan mengabaikan bagaimana cara mendapatkan jawaban yang benar. Yang paling penting kita paham dulu, nilai akan mengikuti seiring bertambahnya pemahaman kita. Kedua, rajin bertanya pada teacher tentang apa-apa yang tidak kita mengerti. Ketiga, rajin latihan bersama teman-teman, kalau bisa mix antara yang kemampuannya diatas kita dan dibawah kita. Supaya kita bisa dapat masukan dari teman yang ahli dan juga pelajaran dari teman yang kurang. Keempat, rajin browsing tentang tips-tips IELTS, sangat banyak sumber yang memberi tips bermanfaat, mulai dari youtube, web, sampai blog. Kelima, sering baca, denger dan nonton media yang menggunakan bahasa inggris

Ok, sekarang ayo kita bahas tips IELTS per-bandnya

Mulai dari listening, apa tipsnya?

Karena most of listening section menggunakan aksen british, biasakanlah telinga kita untuk mendengar aksen tersebut. Pertama yang bisa kita lakukan adalah menonton film british. Karena menonton film adalah latihan ter-menyenangkan. Disamping kita bisa menikmati ceritanya, kita bisa melatih skill listening IELTS kita. Kalau kata kak Alex yang sekelas dengan saya di tempat kursus, untuk latihan listening dia menonton film yang sama 3X. Biasanya dia akan menggunakan full English sub saat pertama nonton, mencoba tidak menggunakan English sub saat nonton kedua kali, tapi kalau memang tidak terdengar, sub dimunculkan, dan yang ketiga kali ia menonton tanpa sub sama sekali. Kalau kata teh Ica, yang juga sekelas dengan saya, ia biasa berlatih dengan menonton video Ted-Ex. Lalu menurut saya ketika kita sudah lumayan mahir, ada baiknya kita mendownload radio british di Playstore. Karena kalau dengan video kadang kita masih bisa mengerti dari gambar walau tidak tahu apa yang sebenarnya diucapkan. Tapi latihan dengan radio is exactly preparing for the listening test, karena memang seperti itulah kita akan tes. Bukan promosi, tapi kita bisa download ‘BBC radio’ secara gratis di Android Market (kalau OS lain saya kurang tahu ada atau tidak). Ada banyak channel didalamnya, tapi saya sarankan untuk mendengar berita (BBC World Service, BBC 2, atau BBC 4) karena soal listening soal IELTS lebih kurang seperti itu. Jangan lupa luangkan minimal sehari 30 menit untuk latihan listening.

 

Kalau reading tipsnya apa?

Rajin baca teks bahasa inggris definitely. Kalau ikut les dan dikasih PR reading, jangan lupa dikerjakan. Kalau belajar otodidak, set jadwal supaya belajarnya rutin dan konsisten. Untuk pemula macem saya, bacalah tiap pessage dengan cermat, ga usah ngotot harus 20 menit buat ngerjain 1 passage, yang penting ngerti dulu passagenya dan paham cara ngerjain setiap tipe soal, tapi jangan lupa di timing buat ngukur selama apa kita butuh waktu buat ngerjain satu passage. Kecepatan membaca ini harus dilatih, mendekati jadwal tes harusnya kita bisa selesai mengerjakan tepat waktu.

Nah supaya bisa begitu, latihan membaca bahasa iggris harus terus dilatih. Sisihkan waktu minimal 30-60 menit sehari untuk baca artikel bahasa inggris, bisa dari majalah, koran, atau buku-buku reading IELTS. Kemarin sembari les, tiap pagi, seusai sholat subuh, saya tidak lupa baca e-newspaper Jakarta post, selain ngelatih bahasa inggris juga untuk update informasi terkini. Menurut saya artikel Jakarta post memang ga seberat artikel IELTS, tapi lumayan lah buat pemanasan. Terus habis Jakarta post biasanya saya ngerjain PR reading dari tempat les. Kira-kira 60-90 menit lah alokasi latihan reading pagi-pagi. Ingat keahlian akan berbanding dengan jumlah latihan yang kita lakukan.

Oh iya ada smart tips buat reading dari kak Alex, dan sedikit dari saya. Untuk reading, karena ada 3 passage, carilah pessage yang paling mudah atau kita pahami. Setelah itu baca cepat pertanyaan di passage tersebut, garis bawahi kata kuncinya. Nah untuk membaca passage, baiknya bacanya jangan sekaligus satu passage, tapi per paragraf. Tiap baca satu paragraf langsung jawab beberapa pertanyaan yang dapat terjawab dengan paragraf itu. Kenapa per paragraf?. Karena umumnya bahan reading IELTS itu berat, jadi kalo dibaca semua langsung, sering banyak informasi yang lupa atau ga kita pahami dengan baik. So, kayaknya lebih baik kita baca perparagraf aja supaya ga ada informasi yang missed.

Ada beberapa buku referensi yang bisa kamu pakai. Paling utama adalah kumpulan soal IELTS tahun lalu dari Cambridge yang bisa di download di berbagai sumber di internet. Silahkan browsing sendiri ya. Lalu ada juga buku karangan Longman yang soalnya lumayan sulit tapi sangat berguna untuk prepare for the worst.

Kalau speaking tipsnya apa?

Pertama, kita harus tau peraturan dan marking criteria untuk IELTS Speaking Test. Kok ribet amat?. Bukannya ribet tapi ini dibuat supaya kita bisa menjawab sesuai dengan ekspektasi si penanya. Speaking IELTS itu ada 3 part, yang pertama tentang data diri kita, kedua tentang jawaban kita atas satu pertanyaan (short and common interaction), dimana kita diwajibkan menjawab pertanyaan dalam bentuk speech selama 2 menit (no interaction), dan ketiga tanya jawab beberapa pertanyaan tentang suatu kasus (long interaction). Poin penilaiannya biasanya antara lain adalah ketepatan jawaban (tidak out of topic), timing, kekayaan dan pemilihan kata, dan grammar.

Lalu latihannya sendiri bisa dilakukan dengan terus-terusan latihan ngomong bahasa inggris. Cerita lah ke temen-temen kalo kita lagi mau tes ielts dan karena itu butuh partner buat latihan speaking. Setelah ada partner teruslah cuap-cuap ngomong bahasa inggris, tapi jangan lupa, diantara partner yang kamu ajak ngomong, harus ada orang yang bisa menilai tata bahasa kamu. Selain itu kamu bisa nonton contoh dan tips tes speaking IELTS di youtube. Ada banyak sekali video yang berguna. Tips dari saya, untuk ngukur kelancaran speaking, kita bias kumpulkan pertanyaan-pertanyaan untuk IELTS speaking test dari berbagai sumber, setelah itu kita latihan menjawab soal-soal itu. Jawaban itu kita rekam dan kita timing. Setelah selesai menjawab pertanyaan, kita putar rekaman jawaban kita, dan kita evaluasi.

Nah, yang terakhir, Writing nih..

Honestly, this is the hardest part of IELTS test for me. Selain karena ga terlalu sering nulis, grammar saya pun ga gitu bagus, so.. I have big problem in this part. Walau writing saya cukup pas-pasan, ada beberapa hal yang ingin saya share. Intinya ada 2 part dalam tes writing. Part 1 writing sepanjang minimal 150 kata. Pada bagian ini kita disediakan sebuah gambar/grafik/tabel/map untuk kita jelaskan. Well, seems easy, but I alway doing this overtime. Kita cuma diberi 20 menit, dan harus mampu menentukan mana bagian yang akan kita gunakan sebeagai introduction, main paragraph, closing, dan conclusion. Tipsnya adalah pada tiga menit awal, buat kerangka tentang bagian-bagian tersebut, serta alokasikan waktu untuk proofreading di akhir (jumlah kata, grammar, konten, dll). Saran saya jangan menulis dibawah 150 kata ataupun terlalu banyak. Jika kita menulis dibawah yang disyaratkan, nilai kita bisa didiskon, because 150 is minimum brosis. Kalau kebanyakan, kita bisa kehabisan waktu. So, be wise!

Untuk part 2, kita diwajibkan membuat essay minimal 250 kata dalam waktu 40 menit, dan kita akan diberi suatu mosi yang menjadi landasan pembuatan essay kita. Lebih susah mana sama part 1?. Ya tergantung soalnya sih. Kalo kosakatanya mudah dan kita punya banyak pengetahuan tentang topic itu pasti lebih gampang bikin essay. Kalo kosakatanya kita ga tau ya wassalam, silahkan mereka-reka, semoga nilainya juga ga direka-reka yah hehe. Tips dari saya sebelum menulis, bikin kerangka tulisan dulu. Apa yang mau kita tulis untuk pembukaan, inti, penutup, dan apa kesimpulannya. Tipe soalnya berbeda-beda, ada yang tentang sebuah perdebatan dimana kita harus memberi pendapat kita (lebih baik A atau B) ada sebuah pandangan dan kita harus kasih pendapat apa kita setuju atau tidak, dan lain-lain. Sarannya, banyak latihan nulis bahasa inggris. Kalau udah ngumpulin soal-soal writing IELTS coba dikerjakan dalam waktu yang ditentukan, dan diperiksa. Jangan lupa minta orang lain yang jago bahasa inggris untuk memeriksa tulisan kita. Ada beberapa poin penilaian, yang saya ingat, antara lain ; timing, ketepatan jawaban, pemilihan kata, hubungan antar kalimat dan pafagraf, dan grammar. Jadi ga cuma jawaban kita bener atau ga, tapi gimana tulisan kita tepat menjawab pertanyaan, menarik, dan enak dibaca.

 

So, enjoy IELTS 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s