Chapter sekian : Laporan Mangang. -Selesai

Ini adalah sekian chapter dalam hidup yang memberikan pengalaman dan pelajaran yang berharga buat penulis. Setelah dua semester menyusun laporan magang, akhirnya tadi bisa acc juga.

Ada banyak kendala dalam pengerjaan laporan magang yang datang baik disengaja maupun tidak oleh penulis. Kendala yang disengaja yaitu penulis punya kesibukan lain selain pengerjaan laporan magang. Kendala yang tidak disengaja ada dua. Pertama, pembimbing penulis yang awal cuti hamil sehingga penulis pun ganti pembimbing. Kedua berupa tantangan untuk menghadapi penguji audiensi yang sangat kritis. Ya, begitu penulis tahu bahwa penulis akan diuji oleh penguji tersebut rasanya badan lemas. Banyak cerita tentang penguji tersebut, dan banyak yang bercerita mengenai kekritisannya. Ya, penulis dulu pernah diajar satu mata kuliah oleh beliau, dan memang beliau sangat kritis dan strict. Wal hasil sebelum bertemu beliau, nyali pun menciut. Kemudian saat penulis bertemu beliau untuk audiensi, sedikitnya penulis tergagap-gagap menerima beberapa pertanyaan. Setelah itu penulis masuk ke periode revisi laporan magang. Dua kali bertemu beliau namun belum ada tanda-tanda beliau menyetujui laporan magang yang penulis buat. Hopeless, takut, dan bimbang. Itulah perasaan penulis setiap membayangkan bertemu beliau. Tapi penulis tersadarkan oleh sesuatu.

Semalam sebelum penulis menemui beliau untuk revisi yang ketiga, penulis membaca kata mutiara Sayidina Ali bin Abi Thalib RA. Kata beliau “Bukanlah kesulitan yang membuat kita takut, tapi KETAKUTAN yang membuat kita sulit, karena itu jangan pernah mencoba untuk menyerah dan  jangan pernah menyerah untuk mencoba. Maka jangan katakan pada ALLAH SWT aku punya masalah, tetapi katakan pada masalah aku punya ALLAH yang Maha Segalanya” Penulis seketika tertampar oleh perkataan beliau. Penulis pun mencoba mempraktikannya. Paginya ketika penulis menunggu penguji tersebut untuk revisi, dengan ditemani seorang sahabat, Ihdal namanya. Penulis berusaha untuk tidak takut. Percaya pada Allah, bahwa Allah lah yang Maha memiliki segalanya, Maha berkehendak. Subhanallah, revisi pun lancar, dan saat itu penulis merasa bahwa penguji penulis tidak menakutkan, bahkan penulis merasa beliau bersikap positif terhadap penulis. Alhamdulillah

Lalu saat penulis meminta penilaian dari pembimbing magang di kampus. Setelah pembimbing mengisi lembar penilaian, dan memasukan lembar penilaian miliknya, milik pembimbing lapangan, dan milik penguji, beliau tersenyum dan menyebutkan bahwa penulis dapat nilai bagus. Alhamdulillah.

Sore itu chapter Laporan Magang penulis sudah selesai dengan Happy Ending. Ditutup oleh senyuman pembimbing magang dan satu lagi senyuman bapak dosen agama yang dulu pernah membantu penulis dalam sebuah perlombaan. Alhamdulillah.